Warta‎ > ‎Kolom‎ > ‎

Jen dan Istrinya: Pencarian

diposting pada tanggal 29 Des 2013 22.49 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui1 Jan 2014 22.20 ]

Kisah sebelumnya, Jen dan Istrinya: Perkenalan.
    1. Terus terang, banyak dari kisah ini saya tahu kemudian hari karena ini pribadi. Sy tak terbiasa urus pribadi orang.
    2. Meski saya dekat dengan Jen tak berarti saya harus tahu semua hal. Kisah ini terjadi sekitar 7-8 tahun lalu.
    3. Satu kisah yang saya tidak tahu akan berakhir dengan pernikahan sebab keluarga Jen adalah keluarga bahagia.
    4. Dan sy tahu Anaway, istri Jen adalah perempuan berani, terbuka dan cerdas anak politisi senior Golkar.
    5. Keluarga Jen adalah keluarga modern yang terbuka. Nyaris semua hal diputuskan bersama jika soal keluarga.
    6. Adapun kisah manajer Toko dari Budapest itu menjadi menarik karena rupanya ada korespondensi.
    7. Suatu hari Jen bilang, "Ada email tuh dari Budapest", saya jawab, "Dari Mustaq?", tanya sy balik.
    8. Mustaq adalah pedagang pashmina dan karpet di pasar Budapest yg tokonya sempat kami masuki. DIA ORANG KASHMIR, MUSLIM.
    9. "Bukan, itu manajer toko", jawab Jen. "Oh apa kabar dia?, tanya saya dan rupanya Jen sudah mencetak email Szilvia.
    10. Kepada saya diperlihatkan email yang sama sekali berat. Ini bukan soal percintaan dan rindu ini soal filsafat.
    11. "Ini berat Jen, kenalin aja ke mustaq biar dia punya teman, kita kan kapan bisa ke sana?", itu solusi saya.
    12. Meski Jen nampak keberatan, saya terus terang tak mengerti apa kelanjutannya. Tapi Jen selalu cerita.
    13. Saya sering di-update bahwa kini Szilvi sdh jumpa Mustaq dan rupanya isteri mustaq orang Hongaria asli.
    14. Tapi banyak yg mengagetkan misalnya Szilvi sudah bersyahadat atau Szilvi sudah pakai kerudung.
    15. Sampai suatu hari saya ingat musim libur yang dingin... kami berkesempatan lagi ke Budapest. Ini kunjungan pribadi.
    16. Saya lupa jarak pertemuan kami dan betapa singkat pertemuan di toko dan lobby hotel saat perpisahan.
    17. Tapi nampak pada tampilannya dan juga caranya bertutur kata kpd kami seperti ketemu orang baru saat jumpa.
    18. Siapakah yang merubah Szilvi? Saya tidak tahu persis. Tapi memang saya menjadi banyak mendengar cerita dia.
    19. Setelah perpisahan dulu itu ternyata Szilvia terus mengontak melalui email.. dan diskusi mrk berlanjut intens.
    20. Szilvia cerita bahwa mereka sama2 peminat ilmu2 sosial dan itulah yang mengisi diskusi mereka via email.
    21. Lalu topik diskusi juga pindah ke soal agama Islam dan sekitar 4 bln kemudian Szilvia menyatakan sdh masuk Islam..
    22. Rupanya dia sempat dikirimi Qur'an dgn terjemahan Inggris dan lalu diarahkan ke Islamic Center Budapest oleh Jen.
    23. Di Islamic Center itulah Szilvia menemukan banyak teman dan akhirnya membuka hatinya masuk Islam.
    24. Sebagai pencinta ilmu sosial.. dia berpikiran bebas dan tidak taat agama meski umumnya mereka Katolik.
    25. Dan salah satu sebabnya sangat kritis kepada Islam adalah soal pembolehan poligami oleh ajaran Islam.
    26. Bagi dia, pelaku poligami adalah kaum chauvinist yang egois dan menganggap diri superhuman.
    27. Rupanya itulah yang membuat perdebatan mereka seru dan rupanya tambah seru tambah penasaran.
    28. Perdebatan ini mengingatkan saya pada kisah Bung Karno dan Fatma, gadis cantik dari Bengkulu.
    29. Dalam pembuangan, si Bung sempat menjadi guru Agama di sekolah Muhammadiyah Bengkulu.
    30. BUNG Karno sudah menikah ke-2 dengan Ibu Inggit dan memboyongnya ke Bengkulu bersama Ratna Juami, sang anak angkat.
    31. Sore Hari, Tokoh Muhammadiyah Bengkulu menitip anaknya untuk les agama sore hari kepada Soekarno, dialah Fatmawati.
    32. Suatu sore, Ratna tak ikut les dan tinggal mereka berdua. Menarik bahwa saat itu Fatma bertanya soal poligami.
    33. BUNG menjawab, bahwa zaman dulu banyak peperangan dan banyak lelaki mati di medan perang. Sehingga banyak janda.
    34. BUNG melanjutkan cerita bahwa untuk itulah poligami dibolehkan oleh Islam. Fatma terdiam, entah apa yg dipikirkan.
    35. Entah apa yg sebetulnya terjadi tapi kemudian kita tahu Fatma menjadi istri proklamator dan menjadi Ibu Megawati.
    36. Saya juga tidak tahu apa penjelasan Jen kepada Szilvia. Tetapi Szilvia nampak beda hari itu.
    37. Waktu kami berjumpa, kerudungnya sudah sempurna. Dan dia menyampaikan terima kasih kepada kami.
    38. Terima kasih kata dia, karena akibat pertemuan singkat dulu dia belajar Islam dan menjadi mualaf.
    39. Szilvia juga mengantarkan kami ke Islamic Center of Budapest dan mempertemukan kami dengan pimpinannya.
    40. Pimpinan Islamic Center kagum dengan Szilvi bisa kenal Jen orang Indonesia yg fasih berbahasa Arab.
    41. Memang umumnya, mereka meski jadi imam belum bisa berbahasa Arab. Tapi ramai sekali Islamic Center ini.
    42. Kata Szilvi setiap hari ada saja yang masuk Islam di IC Budapest dan umumnya mereka gadis. Entah mengapa.
    43. Sore itu kami dikenalkan oleh sang imam, 7 gadis dari kawasan eropa timur yang menjadi mualaf bersama2.
    44. Kisah mereka menarik tapi kita kembali saja kepada kisah Jen dan Szilvia Fabula. Mereka terus berdebat.
    45. Sampai kami kembali lagi ke Jakarta, kami belum mendengar ada kisah cinta. Semuanya dialog tentang Islam.
    46. Bersambung..., Jen dan Istrinya: Jatuh Cinta

                                                                                          Pencerita: Fahri Hamzah
                                                                                          Comments