Warta‎ > ‎Kolom‎ > ‎

Jen dan Istrinya: Jatuh Cinta (2)

diposting pada tanggal 30 Des 2013 02.41 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui1 Jan 2014 22.31 ]

Kisah sebelumnya, Jen dan Istrinya: Jatuh Cinta.
  1. Ceramah2 itu menjembatani kalangan Islam dan Negara yg sdh terlalu lama mengalami ketegangan... utamanya di negara Islam.
  2. PKS berpendapat sdh waktunya hubungan Islam dan Negara direhabilitasi... Dan demokrasilah jembatan utk itu.
  3. Dan dalam rangkaian perjalanan2 itulah akhirnya kisah cinta ini bersemi bukan tanpa sebab.
  4. Dlm thn2 yg sulit sblm pemilu 2004, Jen menulis serial kepahlawanan di majalah Tarbawi utk memotivasi kader.
  5. Tp stlh 2004, Jen menulis serial cinta sbg lanjutan serial kepahlawanan sblmnya.
  6. Saat2 menulis serial cinta itulah, Jen mengalami kisah ini... tulisan2 itu adalah anak2 hatinya.
  7. Sadar bhw ini keputusan sangat besar, Jen mencoba melakukan langkah2 yg diajarkan agama Islam.
  8. Jen jg melakukan sholat istikharah dan meminta Anaway dan Szilvia melakukan hal yg sm... ini penting!
  9. Di satu sisi Jen mulai mempersilahkan Anaway dan Szilvia saling berkomunikasi... dan meminta mrk jujur & terbuka.
  10. Mrk bertiga mengalir perlahan menantikan apa yg akan menjadi takdir mrk... Jen menekankan naturalitas itu.
  11. SEPERTI JANJI DAN KOMITMENNYA SEJAK AWAL bhw jika Anaway tdk setuju, maka rencana itu batal seluruhnya.
  12. Setiap org yg akan masuk dlm hidup kt, kata Anaway, hrs dipastikan bhw kt dan dia bs saling bekerja sama.
  13. Sebab perkawinan kedua ini bukan pelarian dr kegagalan pd perkawinan pertama... mrk adalah keluarga bahagia kok.
  14. Apa yg ingin diketahui Anaway dr Szilvia adalah kejujurannya dan kesiapannya utk menanggung semua resiko dr kehidupan bersama.
  15. Anaway sadar bhw suaminya adalah seorang aktivis dan pemimpin partai, suaminya punya tanggung jawab besar.
  16. Anaway ingin memastikan bhw ini bukan cinta picisan, bhw Szilvia benar2 siap menjalani hdp yg berat.
  17. Anaway melakukan itu krn sejarah hidupnya dgn benar2 dimulai dr bawah. Ia merasakan semua pahit getir kehidupan bersamanya.
  18. Walaupun berasal dr keluarga terpandang, tp ia memilih menjalani hidup yg berat sebagai aktivis dakwah.
  19. Hidup yg telah mrk jalani slm 14 thn itu terlalu indah utk dirusak oleh seseorang yg tdk bisa beradaptasi dgn jalan hidup itu.
  20. Suatu saat Szilvia mengeluh ke Jen krn merasa mendapat pertanyaan2 yg menyudutkan, tp apa jawab Jen?
  21. Bagian ini paling penting, bagian ini yang paling tidak terbaca orang... bagian ini yg paling rumit.
  22. Saya mungkin agak iseng... karena kalau soal poligami sy punya referensi yang cukup.
  23. Saya membaca sejarahnya dan saya mengerti kenapa ia menjadi perhatian kita sepanjang masa. Banyak keliru.
  24. Pada kasus Jen, menurut saya adalah di antara contoh sukses yang nyata. Bukan seperti fiksi dalam ayat2 cinta.
  25. Kisah BUNG Karno banyak orang tidak suka bicara, karena sebetulnya itu contoh gagal.
  26. BUNG tak pernah terbukti sanggup mengumpulkan 2 perempuan secara damai, bahkan tragis.
  27. Pernikahan dengan Siti Utari menurut beliau karena menghormati gurunya HOS Tjokroaminoto. Utari baru berumur 15 tahun.
  28. Ketika Utari dibawa ke bandung si BUNG jatuh cinta pada ibu kos, Inggit Garnasih. UTARI dipulangkan.
  29. Demikian pula ketika dibuang ke Bengkulu seperti saya cerita, BUNG jatuh cinta pada Fatma. INGGIT menyingkir sedih.
  30. Dan yang paling tragis adalah saat Guruh dilahirkan bu Fat sebagai anak terakhir. BUNG pergi menikahi Hartini.
  31. Itulah sejarah bangsa kita sampai si BUNG menikah 9 kali yg tercatat dan entah berapa yang tidak.
  32. Poligami yang dilaksanakan secara akurat tentu lebih mulia dari berganti pasangan. Resmi atau tidak.
  33. Maka dialog segitiga Anaway-Szilvia-Jen menjadi menarik untuk disimak. Kembali ke cerita tadi.
  34. Ada perasaan dikasari dari Szilvia, oleh pertanyaan Anaway sebagai Isteri Jen. Apa reaksi Jen?
  35. Kt akan menghadapi masalah2 sprt itu tiap hari... kalau kamu tdk siap ya jgn lanjut, sergap Jen tanpa tedeng aling2.
  36. Mungkin terasa kejam, tp sebenarnya ia ingin membuka semua potensi masalah sejak awal... sblm mengambil keputusan akhir.
  37. Komunikasi segitiga terus berlanjut sambil mrk masing2 melakukan sholat istikharah... memantapkan hati.
  38. Disitu ada kejujuran, keterbukaan, kepasrahan, dan kesiapan menjalani takdir baru dlm hidup.
  39. Nampak sekali mrk mengalir bagai air, sebab keputusan apapun yg akan mrk ambil hrs bisa dipertanggungjawabkan.
  40. Kalau Szilvia benar2 mencintai Jen, kt Anaway, dia pasti tahu apa yg hrs dia lakukan utk menjadi istrinya.
  41. Akhirnya Szilvia jg sadar bhw keinginannya utk masuk dlm kehidupan Jen tqk semudah yg ia bayangkan.
  42. Krn itu Szilvia memutuskan bersabar menjalani semua proses itu... dia hrs memahami Anaway lbh dalam.
  43. Sejak itu Szilvia tak pernah lg mengeluhkan semua proses, dia menjalaninya dgn sabar... dia belajar bab ikhlas.
  44. Kesabaran itu akhirnya berbuah krn akhirnya Anaway yakin Szilvia memang benar2 jujur dlm Islam dan cintanya.
  45. Anaway bahkan jatuh hati kpd Szilvia dan merasa tdk berhak mencegahnya masuk dlm kehidupan mrk.
  46. Selain itu, bg Anaway ini pd akhirnya adalah dakwah. Szilvia sdh masuk Islam dan kt hrs membantunya menjadi muslimah yg baik.
  47. Dan jika perkawinan adalah jalannya, Anaway bersedia berkorban utk itu semua... itu adalah pertanggungjawaban moral.
  48. Sy hrs mengakui bhw heroisme Anaway-lah yg memungkin jalan perkawinan ini jd lbh mudah... tak terbayang jika tidak.
  49. Adapun Jen, melihat dua perempuan itu melunak dia terus melaksanakan sholat istikharoh. Dia ingin mantap betul.
  50. Pd akhir Desember thn 2005, Jen berkunjung utk kedua kalinya ke Hungaria dan bertemua dgn keluarga Szilvia.
  51. Yang menarik aku dengar, Kakek Szilvia menyuruhnya membaca Alquran. Konon mereka terkesan dgn Utsmani.
  52. Ayah Szilvia adalah seorang pengusaha konstruksi. Setengah baya badannya kekar. Sekali tinju kita bisa pingsan.
  53. Lalu setelah semua komunikasi itu selesai, komunikasi dgn Anaway selesai, Jen meminta pendapat kami sbg sahabatnya.
  54. Apalah yang bisa kami buat. Kawan ini, kalau melangkah kan gak pernah sembarangan.
  55. Paling2 kita ngecek prosedur. Apakah ini sudah legal dan prosedural... chieee...
  56. Maksud saya ini orang sudah istikharoh dan konsultasi sama Tuhan, nah apa pulak yang bisa dibantah?
  57. Jen tlh melakukan semua proses itu: istikharah dan musyawarah... Ini pasti bkn cinta yg biasa.
  58. Apa yg sebelumnya tdk bisa dibayangkan mulai tampak seperti mungkin terjadi... karena hati telah lembut.
  59. Kami bertiga akhirnya mendukung rencana mereka hidup dalam satu rumah tangga.
  60. Apa alasannya menolak? Sbg sahabat, kami berkewajiban menjaga Jen dr kemungkinan masalah yg dpt merusak hidup beliau.
  61. Sekali lagi itu kan urusan pribadi, tapi cobalah lihat bagaimana cara lelaki ini mengambil haknya.
  62. Sebetulnya, keputusannya adalah tanggungjawabnya, tetapi kami melihat semua dalam rangka kebaikan.
  63. Pertanyaan paling mendasar adalah apakah ada pihak yang dizalimi? Siapa yg dirugikan?
  64. Cinta mrk jd besar krn ada Anaway yg heroik dan lapang dada, ada Szilvia yg jujur dan sabar, serta Jen yg persuasif.
  65. Tp rasanya ini too good to be true... kami semua tdk cukup yakin bhw cinta ini benar2 akan berujung ke pelaminan.
  66. Tentu tak ada yang benar2 selesai. Hidup selalu ada dinamika. Dan sekarang Jen sudah jadi Den (presiden).
  67. Dicalonkan jadi Capes lagi... padahal dia sdh mundur jadi pejabat publik dan tidak mau nyaleg.
  68. Jabatan wakil ketua DPR yg ditinggalkannya bukan posisi kecil. Tapi Den tak pernah menghitung jabatan.
  69. Niatnya hanya memperbaiki niat. Sebab jika niat kita bengkok, kita takkan pernah sampai tujuan surga.
  70. MAJU TERUS DEN @anismatta. Seperti katamu jangan takut melihat ombak. Kita orang pesisir. 
  71. Bersambung... Jen dan Istrinya: Menikah

Pencerita: Fahri Hamzah
Comments