Warta‎ > ‎Kolom‎ > ‎

Jen dan Istrinya: Dua Keluarga

diposkan pada tanggal 1 Jan 2014 23.08 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui1 Jan 2014 23.48 ]

Kisal sebelumnya, Jen dan Istrinya: Menikah
  1. KISAH INI TAKKAN MUDAH bagi banyak orang. Terutama bagi kekuarga Jen. Khususnya Anaway dan anak2nya.
  2. Kisah ini juga tidak mudah bagi banyak perempuan, yang khawatir ini akan jadi propaganda.
  3. Tak mudah juga bagi teman2 aktivis perempuan yang terkena stigma seolah ini hanya pembenaran.
  4. Maka tentu tak mudah juga bagi saya, karena saya akan dituduh memasuki pribadi orang. Tapi apa pilihannya?
  5. Masalahnya Jen telah menjadi manusia publik. Suka atau tidak. Dan kita memilih jalan yang rumit ini.
  6. Jen sendiri, aku tahu ketika ditanya, dia lebih suka sepi. Apa sih enaknya diomongin orang?
  7. Menjadi orang yang dikenal luar itu seperti merelakan tubuh kita dicabik sekawanan serigala. Tiada henti.
  8. Setelah itu mungkin ada yang menambal, lalu tercabik lagi. Tapi keduanya serasa sakit. Kita kehilangan hidup yang sepi.
  9. Maka bagi Jen, sebenarnya yang berat justru izin partai. Urusan pribadi, izin partai.
  10. Selama di jkt itu, Anaway-lah yang mengantar Szilvia kemana2. Termasuk memperkenalkannya ke keluarga Anaway sendiri.
  11. Jen sendiri tdk banyak bertemu dgn szilvia slm 2 pkn itu, utk memberi kesempatan yang leluasa bagi mereka berdua saling mengenal.
  12. Perbedaan budayalah yg paling dikhawatirkan Jen, disamping tentu perbedaan umur yg terpaut 12 thn.
  13. Tapi semua berjalan dgn baik sampai disitu, tinggal izin partai. Duh ini lagi.
  14. Sebelum meminta izin ke ust. Hilmi Aminuddin, Anaway sdh lbh dulu membawa Szilvia ke rmh beliau.
  15. Setelah itu, barulah Jen menemui ust. Hilmi. Bagi beliau, masalah pribadi sprt ini hrs dikelola dlm konteks kepentingan organisasi.
  16. Tdk mudah bg beliau utk mengizinkan Jen menikah lagi, terutama krn beban organisasinya sbg sekjen.
  17. Selain masalah beban itu jg, bagaimana ini akan berdampak bagi kader secara umum, pimpinan hrs menjadi contoh.
  18. Diskusi di seputar itulah yg alot diantara mrk berdua, yg berlangsung sekitar 2 jam.
  19. Sebegitu alotnya, akhirnya ust. Hilmi mengajukan satu pertanyaan sangat penting kpd Jen sbg sekjen.
  20. Bagaimanapun, kata beliau, suatu saat antum mungkin akan jadi pemimpin nasional di masa yg akan datang, apa ini tdk akan jd masalah?
  21. Jen terdiam lama, lalu menjawab, "Ust" katanya, "Saya tahu diri saya ust, sy lbh tepat utk kerja2 dapur ketimbang jd pejabat publik".
  22. Sejak lama memang Jen menyadari fakta ttg dirinya yg tdk tepat utk jabatan publik. Itulah mengapa selalu menghindarinya.
  23. Jen bisa mengoperasikan partai dgn baik tanpa hrs menjadi pejabat publik, dari dulu itu ia yakini.
  24. Orientasinya lbh kuat ke achievement drpd power. Baginya power adalah tool of achievement, bukan sebaliknya.
  25. Mungkin krn itu, ia gampang meninggalkan jabatannya sbg Wakil Ketua DPR saat hrs jd presiden partai.
  26. Dlm banyak kesempatan, Jen selalu mengatakan jabatan tdk serta merta membuatmu bisa berkontribusi.
  27. "Tapi jika kamu punya kapasitas besar, kamu pasti berkontribusi, walaupun tdk punya jabatan" kata Jen.
  28. Itu dasar dr jawaban2nya kpd ust. Hilmi saat itu, dia lbh nyaman jd org dapur ketimbang jd org panggung.
  29. Ada pikiran lain yg berkecamuk dlm dirinya saat itu, yaitu keinginan utk menguji dirinya sendiri sbg leader. Ini rahasia Jen.
  30. Baginya, fase ini adalah ujian kepemimpinan. Ini ujian stabilitas emosi dan spiritual.
  31. Ini juga ujian kemampuan mengelola org. Ujian bagi kemampuan memikul beban. Kalau ini saja gagal, apa lagi yg lain.
  32. Manusia selalu punya dua sisi dalam hidupnya. Rumahnya dan pekerjaannya. Itu Jen kelola secara seimbang.
  33. Bagi Jen, keluarganya adalah pondasi sosial bagi kehidupan profesionalnya.
  34. Jika seseorang hanya sukses di salah satunya, itu artinya ia tidak akan bisa terbang, krn hanya punya satu sayap.
  35. Alhamdulillah, izin itu akhirnya keluar juga, keesokan harinya mrk lgsg menikah, sederhana tapi mendebarkan.
  36. Pernikahan dilangsungkan di rmh Jen sendiri, tgl 2 mei 2006 stlh magrib. Rumahnya sampai sekarang.
  37. Anaway-lah yg mendandani Szilvia dan menyiapkannya sbg pengantin, lalu membawanya ke ruang tamu sekaligus musholla.
  38. Malam itu Irel bertindak jd wali, Aboe Bakar Alhabsyi khutbah nikah, dan sy bersama Hendro jd saksi.
  39. Ayah, ibu, dan anak2 Jen hadir dlm acara itu. Semua berlangsung singkat dan sederhana.
  40. Takdir adalah penjelasan terbaik utk itu semua, sebab kami tdk punya bayangan bhw ini akan benar2 jd kenyataan.
  41. Ketika menjadi Wakil Ketua DPR thn 2009, Jen memasukkan 2 Istri dalam LHKPN dan ditulis dlm profil anggota DPR.
  42. LHKPN adalah Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara kepada KPK yg diupdate setiap tahun. Boleh tanya Johan Budi.
  43. Sejak awal, Jen tdk khawatir itu akan mengganggu jalan hidupnya sbg politisi.
  44. Sebab politik baginya adalah medan pengabdian, sarana ibadah kpd Allah, bukan karir yg direncanakan, apalagi ambisi.
  45. Yang penting baginya adalah kontribusi, bukan posisi. itulah mengapa ia jd org yg benar2 merdeka dan hidup tanpa beban target karir.
  46. Nilai seseorang akhirnya pd kontribusinya, bukan pd posisi yg dia duduki. Dan itu berpulang pd keikhlasan dan kapasitas.
  47. Itulah yg terjadi thn 2009. Jen berhasil memimpin pemenangan pemilu PKS dgn tambahan 12 kursi DPR baru dari 45 ke 57 kursi.
  48. Jen gila kerja. Waktu menjadi ketua TPPN (Tim Pemenangan Pemilu Nasional), partai digerakkan kerja seperti orang gila.
  49. Jen bisa tidak tidur berhari2, kalau dianggap perlu. Dan itu sering. Saya tidak kuat.
  50. Saya ingat, ketika pernah diajak tidak tidur saat akhir minggu tenang dan penghitungan suara.
  51. Sudah malam tidak tidur habis, subuh diajak olah raga sambil cari sarapan di daerah kota.
  52. Terpaksalah kita kuat2in aja... tapi anehnya ya jadi kuat beneran. Meski minggu berikutnya aku tidur seminggu.
  53. Saya kira karena track record itulah, akhirnya MS aklamasi memilihnya jd presiden saat PKS diterpa badai.
  54. Dan sampai hari ini, Jen masih yang dulu. Tentu aku ingin dia memimpin negeri ini. aku yakin negeri akan tambah baik.
  55. Orang boleh bicara apa saja. Tapi adalah kewajibanku menyampaikan cerita yang tak mungkin dia lakukan sendiri.
  56. Setelah ini aku akan berhenti bicara tentang keluarga Jen. Cukuplah apa yang sudah kusebut.
  57. Aku minta maaf kepada semua yang terluka dan aku minta maaf kepada semua kata2 salah.
  58. Karena ini telah menjadi berita publik aku minta koreksi kalau ada salah.
  59. Memang ada soal2 lain yang tetap perlu di tulis, yaitu tentang sikap kita terhadap keluarga dan politik.
  60.  Ini tema yang takkan gampang, terutama bagi mereka yang percaya bahwa keluarga adalah pilar peradaban bangsa.
  61. Bahwa membangun keluarga sama sulitnya dengan membangun suatu bangsa.
  62. Ini tema berat dan tak semua orang mau perduli, karena untuk mengalaminya perlu jiwa lebih besar.
  63. Maka itulah, dasarnya saya sangat kritis kepada yang menggampangkan poligami. Apalagi kalau dipidatokan.
  64. Apalagi untuk bangga-bangga-an dan perlombaan. Menurut saya itu ciri2 kegagalan keluarga.
  65. Sebagian lelaki ngotot berargumen dengan dalil dan hadits nabi. Padahal ia sembunyikan kekerdilannya.
  66. Sebagian berargumen, seolah itu adalah hak mutlaknya. Dan memaksa, padahal itu hanya kegagalan demi kegagalan.
  67. Poligami bukanlah pelarian dari kegagalan, tapi dia adalah pintu agama yg tak diharamkan. Ada hikmah dan rahasia.
  68. Bagi yang ingin ikut sunnah nabi. Mari pelajari hidup Nabi SAW yang mulia, tiada tara kaffah. Jangan disederhanakan.
  69. Ketahuilah, bahwa Muhammad SAW adalah kekasih Tuhan yang Maha Mulia. Dan perilakunya selalu mulia. Adakah kita?
  70. Adakah kita dapat menjangkau sunnahnya yang dipuji oleh langit dan bumi, lalu mencomot satu karena menguntungkan?
  71. Lebih baik saya mengingatkan itu, sebab saya khawatir orang menganggap saya kampanye bagi laki2... tidak!
  72. Saya sudah cerita, nenek saya yang kuat dan berani mengancam kakek. Ibuku yang mandiri dan pemberani.
  73. Bahkan istri saya, seorang dokter spesialis bedah Oncology. Masuk ke jurusan yg sulit ditembus perempuan.
  74. Saya bangga dengan perempuan kuat, karena hanya mereka yang akan melahirkan anak2 kuat dan determinan sejak awal.
  75. Di depan anak2 mahasiswi kalau ceramah saya katakan, "Jangan terima lamaran lelaki lemah dan cemen".
  76. Di depan mahasiswa saya katakan, "Terbiasalah dengan perempuan galak dan cerewet. Sebab merekalah yg membuatmu matang".
  77. Kekuatan lelaki tidak bisa diklaim sepihak, apalagi dengan memakan obat kuat. Itu omong kosong belaka.
  78. Kekuatan laki2 itu tidak bisa direkayasa, terutama di depan istrinya. ISTERI TAHU Kuat/Lemah mu, GAK bisa bohong.
  79. Jadi, bagi kau yang lemah, kau gak usah pakai dalil untuk mencari pembenaran. Itu takkan membuatmu kuat.
  80. Dan bagi lelaki yang kuat, dia tak perlu banyak bicara, karena kekuatan berbicara dengan sendirinya.
  81. Karena itu, keluarga tidak bisa kita selenggarakan sepihak. Dia memerlukan daya tahan dalam berbicara dan mendengar.
  82. Keluarga jika dimaksudkan sebagai lembaga penataan, maka ia memerlukan karakteristik sebagai organisasi yang kompleks.
  83. Keluarga juga memerlukan pelatihan, pembagian tugas, juga pengembangan kapasitas (training, job division, capacity building).
  84. Dari keluarga, tidak saja harus lahir bapak yang hebat, tetapi juga ibu yang kuat, dan anak2 yang cemerlang.
  85. Keluarga adalah miniatur peradaban. Dan kata Nabi, tiangnya adalah perempuan. Bagaimana kita membolehkan rapuhnya tiang?
  86. Dengan misi besar seperti keluarga, mustahil dijalani dengan emosi, syahwat, atau dengan materi belaka.
  87. Keluarga adalah lembaga akal sehat yang dijalankan secara rasional. Memang ada emosi dan air mata, tapi itu hanya bumbu.
  88. Keluarga, dengan itu selalu merupakan kontrak. Itulah sebabnya ada akad. Seperti dagang atau negara.
  89. Keluarga yang dijalankan tanpa aturan, pasti bubar atau minimal tak menghasilkan apa2, kecuali luka kecewa.
  90. Jangan biarkan mood mengatur keluarga, sebab itu akan jadi keluarga artis. Heboh nikah, heboh cerai, dalam 2 pekan saja.
  91. Keluarga mestilah merupakan pelabuhan cinta sejati. Bukan yang pura2 karena tepuk tangan belaka.
  92. Membangun cinta dalam keluarga itu sepi tak berpamrih, karena ia memang bukan ruang publik.
  93. Kita sekali lagi, terpaksa mengungkap kehidupan pribadi yang baik, karena kita perlu banyak contoh.
  94. Keluarga yang di bangun oleh Den PKS @anismatta tidak bisa sembarang orang. Terlalu banyak kasus gagal.
  95.  Ibarat kata "DON'T TRY THIS AT HOME" atau "Adegan ini dilakukan oleh Professional". Itu kalau adegan bahaya.
  96. Kalau ada yang benci tak mengapa. Karena kebencian orang adalah sumber energi kita untuk lebih baik.
  97. Jika kita kader PKS SEBAIKNYA KITA TERUS PERBAIKI DIRI DALAM agama dan keluarga kita. Tingkatkan ilmu dan amal.
  98. Tahun 2014 hidup kita harus lebih baik. Keluarga harus lebih baik dan bangsa kita harus lebih baik.
  99. Kita harus terus memupuk harapan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa kita, Indonesia Raya.
  100. Masa depan adalah milik mereka yang berani memimpikannya. SELAMAT TAHUN BARU 2014. SEMOGA JAYA KITA SEMUA.

Pencerita: Fahri Hamzah
Comments