Warta‎ > ‎Kolom‎ > ‎

Memaksimalkan Ibadah untuk Pahala yang Maksimal

diposkan pada tanggal 22 Jun 2012 05.48 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui22 Jun 2012 05.55 ]

Assalaamu'alaikum.

Alhamdulillahi robbil 'alamiin. Segala puji hanya bagi Allah SWT, penguasa alam semesta ini. Dia-lah satu-satunya yang wajib kita tunduk dan taat kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Rosulullah SAW, beserta keluarganya, sahabat, dan pengikut setianya hingga akhir zaman.

Yang Pertama dan paling utama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan segala nikmat-Nya kepada kita. Kita sadari ataupun tidak kita sadari, pada dasarnya kita bisa beribadah, kita bisa beramal sholih, kita bisa berinfaq, kita bisa shaum, dan kita bisa mengerjakan amal-amal sholih lainnya semata-mata karena nikmat yang Allah SWT limpahkan kepada kita. Maka, sudah sepantasnyalah kita bersyukur akan nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Allah SWT berfirman (QS 14:7)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدُُ

Kalau kita bersyukur, maka Allah SWT akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Sebaliknya yang kufur akan nikmat yang Allah berikan, maka akan mendapatkan adzab Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 21:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah Menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa"

Dalam setiap ibadah kita, semua jenis ibadah, pada intinya adalah merupakan sebuah proses metamorfosa, sebuah proses perubahan derajat diri kita. Dalam surat Al-Baqoroh ayat 21 ini, ibadah akan mengubah manusia menjadi bukan manusia biasa, akan tetapi menjadi manusia yang bertakwa.

Dalam ayat lain masih dalam surat Al-Baqoroh, yaitu ayat 185, Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai Orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa puasa merupakan metamorfosa orang-orang beriman menjadi orang bertakwa.

Pada intinya semua ibadah kita, shaum, sholat, zakat, dll merupakan sebuah metamorfasa diri kita menjadi lebih baik. Pertanyaannya adalah, sudahkah ibadah-ibadah kita merupakan sebuah metamorfosa kita menjadi lebih baik? Ibadah kita meningkatkan derajat kita disisi Allah SWT?

Ada beberapa tips yang harus kita perhatikan agar ibadah kita maksimal, sehingga insya Allah menghasilkan pahala yang maksimal dari Allah SWT.

1. Planing : Perencanaan

Rencanakan ibadah kita. Ibadah kita kalau ingin maksimal tidak bisa seadanya (sunda : sabrehna atau sakasamperna). Ibadah kita kalau ingin maksimal harus direncanakan dengan matang. Dipersiapkan dengan sempurna.

Dalam kajian ilmu fikih, semua ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun ibadah yang pertama. Terlepas dari perbedaan cara berniat diucapkan ataupun tidak, tetapi semua ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun ibadah yang pertama. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa ibadah kita harus kita rencanakan dengan matang, harus kita persiapkan secara maksimal.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar sebelum tidur kita berdoa, berdzikir, dan diniatkan bangun untuk qiyamul lail. Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada kita, untuk mempersiapkan romadhon bukan sehari sebelum romadhon, tetapi 2 bulan sebelum romadhon. Rosulullah memberikan tuntunan do’a di bulan Rajab yang agung, yaitu:

اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان

"Ya Allah berkahilah kami di bulan rojab dan sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan romadhon"

Rosulullah SAW yang agung mempersiapkan romadhan jauh-jauh hari. Sejak bulan rojab beliau mempersiapkan romadhon.

Jadi untuk Ibadah yang maksimal maka kita harus mempersiapkan secara maksimal pula.
Kalau persiapan untuk ibadah kita lakukan secara maksimal, Insya Allah hasilnya pun maksimal.

2. Do : Kerjakan

Niat saja tidak cukup. Kita harus memaksimalkan pengerjaan ibadah kita dengan maksimal. Kita harus melakukan ibadah kita dengan sempurna. Sempurnakan keilmuan kita tentang ibadah kita, perkaya pengetahuan kita tentang ilmu ibadah kita, maka kita akan bisa menyempurnakam pengerjaan ibadah kita.

Kalau ibadah kita kerjakan dengan keilmuan yang sesuai, dengan penuh kesempurnaan, Insya Allah ibadah kita akan maksimal, sehingga hasilnya pun akan maksimal pula

3. Cek dan Evaluasi : Mutaba’ah

Kalau kita evaluasi diri kita, dari usia berapa kita sholat? Sudah berapa tahun kita sholat? Usia berapa kita shaum? Sudah berapa tahun kita shaum?

Evaluasi atau mutaba’ah akan amal-amal kita mutlak harus kita lakukan. Kalau kita evaluasi sudahkah bacaan sholat kita lakukan dengan benar? Sudahkah shaum kita lakukan dengan benar? Sudahkah ibadah-ibadah kita, amal-amal kita, kita lakukan dengan benar?

Dengan evaluasi atau mutaba’ah kita akan mengetahui kekurangan-kekurangan kita dalam ibadah. Tanpa evaluasi kita tidak akan tahu kekurangan-kekurangan kita dalam ibadah. Sehingga kalau kita melakukan mutaba’ah akan ibadah-ibadah kita, Insya Allah kita akan senantiasa memperbaik terus ibadah kita.

4. Action : Lakukan perbaikan

Yang terakhir, kita lakukan perbaikan akan ibadah-ibadah kita secara terus menerus. Kita lakukan perbaikan-perbaikan menuju kesempurnaan ibadah kita.

Kalau kita sudah melakukan 4 hal di atas (PDCA : Plan, Do, Check, Action) Insya Allah ibadah kita akan menuju kesempurnaan, sehingga balasan dari Allah SWT pun Insya Allah maksimal.

Kalau kita mengambil ibrah dari dua jenis makhluk Allah SWT yaitu ulat dan ular, kita bisa melihat bahwa ulat adalah sesuatu yang menakutkan, menjijikan. Jarang orang yang senang ulat. Tetapi ketika ulat itu sudah bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah, banyak orang yang suka. Bahkan banyak kolektor kupu-kupu.

Di sisi lain, seokar ular adalah sesuatu yang menakutkan, dalam kurun waktu tertentu, ular sudah tua dia berganti kulit. Tetapi setelah berganti kulit, ular tetap ular yang menakutkan. Bahkan setelah ganti kulit bisa jadi lebih menyeramkan.

Maka ibadah kita yang baik, harus seperti metamorfosanya ulat menjadi kupu-kupu, menjadi lebih baik. Akhlak kita menjadi lebih baik. Jangan seperti ular yang hanya berganti kulitnya saja. Tanpa ada perubahan yang lebih baik. Marilah kita perbaiki terus ibadah kita, kita tingkatkan terus amal-amal sholeh kita, sehingga ibadah kita menjadi ibadah yang maksimal dan mendapat balasan dari Allah SWT yang maksimal pula.

Selamat mempersiapkan romadhon 1433 H. Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah-ibadah kita di romadhon tahun ini, sehingga mendapat balasan yang maksimal.

Wallahu a'lam.

penulis: Mohamad Agus Solihin, SST
ĉ
Humas PKS Coblong,
22 Jun 2012 05.48
Comments