Warta‎ > ‎Kolom‎ > ‎

Syirik Online

diposting pada tanggal 12 Mei 2015 04.44 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui12 Mei 2015 04.45 ]

Tanda Stop“Mau tahu apa arti di balik namamu? Gampang, klik  aplikasi ini”

“Ingin tahu bagaimana jodoh dan rejekimu? Ayo, coba saja yang ini”

Kedua rangkaian kalimat di atas tentunya bukanlah hal yang asing di telinga kita, terutama di berbagai media sosial. Di berbagai media massa seperti televisi dan surat kabar juga banyak sekali terdapat acara yang isinya terkadang tidak jauh berbeda.  

Jika kita runut lebih dalam, fenomena yang dianggap umum oleh masyarakat ini menyimpan bahaya laten yang terselubung dalam kemasan yang menarik. Tidakkah kita menyadari bahwa bahaya virus perusak akidah seperti ini amat mengancam diri dan keluarga kita?

Syirik Modern 

Pada contoh yang pertama, iklan tersebut menawarkan kepada masyarakat untuk meramalkan nasibnya atau meramalkan jenis pekerjaan apa yang cocok bagi seseorang cukup dengan referensi nama. Bentuk iklan lain yang sejenis menawarkan ramalan berdasarkan tanggal lahir, hari kelahiran menurut pasaran jawa (weton), bulan lahir (zodiak dan shio) atau bahkan cukup berdasarkan nomor telepon selular sang pengirim. Metode ramalannya pun terkadang menggunakan kartu tarot, horoskop, feng shui, buku primbon ataupun beberapa acuan cara lainnya.

Sejatinya, hal-hal tersebut tidak lain merupakan upaya meramal nasib seseorang yang dikemas dengan gaya modern. Jika dahulu orang harus mendatangi sang peramal dan media yang digunakan adalah bola kristal atau baskom berisi air mantera, kini cukup dengan menggunakan media telekomunikasi dan langsung terhubung alias on-line. 

Walau telah berkali-kali kita dengar dan pelajari sebelumnya dari para ustadz dan ulama, terkadang kita masih saja tidak yakin bahwa hal yang ghaib adalah milik Alloh SWT semata. Hal ini ditegaskan dalam firmanNya pada ayat berikut:

“Katakanlah : "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan”  (QS. 27. An Naml : 65)

 “(Alloh SWT adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu” 
(QS 72. Jin : 26)

Di kalangan masyarakat kita, beberapa atau mungkin kebanyakan bahkan meyakini bahwa ada sejumlah orang pintar yang memiliki kelebihan dapat mengetahui berita ghaib sehingga bisa meramalkan masa depan. Ketahuilah bahwa orang mengetahui hal ghaib dari jin yang bekerja sama dengannya dimana berita itu diperoleh dengan cara mencuri dengar rahasia Alloh SWT di langit. Padahal, jin mendapatkannya dengan resiko dibakar dengan panah api oleh malaikat.

“Dan sesungguhnya kami (para jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang,  barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (QS 71 Al Jin : 8-9).

Lebih jauh lagi, apabila seseorang minta diramal nasibnya atau menanyakan perihal masa depannya kepada seseorang lalu mempercayai ramalan tersebut, maka sesungguhnya dia telah percaya ada makhluk yang mampu untuk mengetahui hal ghaib selain Alloh SWT dan ada yang menyamai kemampuan atau sifat Alloh SWT sebagai Al ‘Alim (Maha Mengetahui). 

Dalam konsep keimanan, kita harus meyakini bahwa Alloh SWT memiliki sifat mukholafatu lil hawadist atau tidak akan pernah serupa/sama sifat maupun kemampuannya  dengan makhluk. Filosofi penting lainnya yang begitu akrabnya di telinga adalah kita harus meyakini konsep la hawla wa la quwwata illa billaah atau tiada daya upaya dan kekuatan apapun yang dominan kecuali yang dimiliki Alloh SWT. Dengan demikian, perbuatan ini sama kategorinya dengan mempersekutukan Alloh SWT dan jatuhlah hukum syirik padanya sebagaimana pada hadits berikut:

Sahabat Imran bin Husfaain ra berkata, bahwa Rasulul.lah saw telah bersabda, "Tidak termasuk umatku orang yang percaya kepada ocehan burung atau orang yang meramal ocehan burung, orang yang minta diramal nasibnya atau orang yang meramalnya, dan orang yang menyihir atau orang yang dimintai tolong untuk menyihir orang lain. Dan barangsiapa datang kepada juru nujum (tukang ramal), kemudian dia percaya kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah melakukan tindak kekufuran terhadap apa yang diwahyukan kepada Muhammad saw." (HR. Bazar dengan sanad yang bagus).

Ramalan Untuk Iseng 

Mungkin beberapa di antara kita ada yang berkelit bahwa ia hanya iseng-iseng saja dengan mengirimkan sms untuk sekedar tahu bagaimana masa depannya. Sama juga dengan membuka rubrik ramalan zodiak/bintang di media cetak untuk memotivasi dirinya berbuat lebih baik. Ketahuilah, dalam hadits yang lain dijelaskan bahwa hanya dengan mendatangi peramal dan mencari tahu kabar masa depannya walau mungkin iseng dan tidak percaya adalah sangat tidak diperbolehkan dalam Islam. Terlebih lagi, secara tidak  sadar kita lalu mengkait-kaitkannya dengan kondisi yang ada sehingga akhirnya sedikit percaya hingga ia menjadi kufur/ingkar pada Alloh SWT. Jangan lupa bahwa tindakan kita mengirimkan sms ramalan atau membaca rubrik ramalan adalah sama saja dengan mendatangi peramalnya. 

Sahabat Wailah bin Asqa' ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa datang kepada seorang dukun kemudian menanyakan sesuatu, maka tidak akan diterima taubatnya selama empat puluh hari. Dan bila kemudian percaya kepada apa yang dikatakan si dukun, berarti dia telah melakukan tindak kekufuran." (HR. Tabrani).

Hadits di atas menunjukkan bahwa hanya dengan datang ke peramal dan menanyakan ramalan saja akan menyebabkan taubatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Hal ini terjadi dikarenakan oleh kedatangan dan pertanyaannya tentang hal tersebut menunjukkan betapa niatnya untuk syirik dan mengotori hatinya walaupun kesannya pura-pura, tidak disengaja dan iseng. Perkara syirik atau mempersekutukan Alloh SWT adalah hal yang sangat besar keberadaan dan  dampaknya karena dianggap kezaliman yang besar di mata Alloh SWT. 

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS 31. Luqman : 13)

Dalam sumber hadits yang lain bahkan disebutkan bahwa rasa ingin tahu manusia pada berita ghaib tentang masa depan lalu membenarkannya maka dapat membuat ibadah sholatnya tidak diterima oleh Alloh SWT. Hal ini bukan berarti bahwa orang-orang yang diramal lebih baik tidak usah sholat saja karena toh pasti ditolak Alloh SWT.

Sahabat Shafiyah binti Abi Ubaid mengetengahkan sebuah riwayat bersumber dari salah seorang istri Rasulullah, ba.hwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa berkunjung ke dukun kemudian menanyakan sesuatu, lalu dia membenarkan kata-kata si dukun, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari." (HR. Muslim).

Hadist di atas adalah sejalan dan seirama dengan ayat Alloh SWT yang menggambarkan bahwa perbuatan syirik adalah hal yang benar-benar harus dihindari karena dapat menyebabkan dihapuskannya amal ibadah kita dan membuatnya menjadi tidak berarti di mata Alloh SWT seperti dalam ayat berikut ini:

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan” (QS 6. Al An’am : 88)

Lebih jauh lagi, orang yang melakukan perbuatan syirik seperti ingin mengetahui ramalannya tersebut hanya akan membuat surga yang didambanya akan semakin jauh dari harapannya. Para pelaku syirik yang dikenal juga dengan istilah musyrik oleh Alloh SWT diberi label sebagai orang yang diharamkan masuk surga. Na’udzubillahi min dzaalik.

“…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS Al Maidah : 72)

Hal yang senada juga disampaikan dalam hadits berikut ini:

Sahabat Abi Musa Al-Asy'ari ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Selamanya tidak akan pernah masuk sorga orang yang selalu minum minuman keras, orang yang per.caya kepada sihir, dan orang yang memutus tali persaudaraan." (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

Bahaya Lain dari Syirik

Selain bahayanya syirik sebagaimana dijelaskan di atas yaitu menjadi kufur, melakukan kezaliman yang besar, ditolak taubat dan ibadah sholatnya selama 40 hari serta akan diharamkan masuk surga, sesungguhnya masih banyak lagi bahaya lain dari syirik.

Perbuatan mempersekutukan Alloh SWT dengan sesuatu apapun akan diganjar dengan dosa yang amat besar dan dosa tersebut tidak akan diampuni Alloh SWT, padahal Dia adalah Maha Pengampun.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (QS 4. An Nisa: 48)

Syirik juga menjadi suatu hal yang harusnya benar-benar kita hindari sekecil apapun itu dalam bentuk apapun. Syirik adalah perbuatan yang oleh Alloh SWT disebut sebagai kesesatan yang amat parah.

“…Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS 4. An Nisa: 116)

Wallahu a'lam bish showab.

Comments