Warta‎ > ‎Pojok Inspiratif‎ > ‎

Dimana Sosok Seorang Ayah Itu?

diposting pada tanggal 29 Sep 2013 21.37 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui29 Sep 2013 21.37 ]

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa Ayah menjadi kurang berperan dalam parenting, yakni:
  • Dalam buku Why men can't listen and women can't read the map? dijabarkan bahwa pria (Ayah) lebih berpikir linier dan susah untuk bercabang, sedangkan wanita (Ibu) lebih bisa berpikir bercabang dan susah untuk menentukan arah. Perbedaan ini bisa ditemukan untuk saling melengkapi dalam keluarga. Akan tetapi, liniearnya cara pikir Ayah sering menjadi alasan bahwa yang dipikirkannya hanya melulu pekerjaan atau profesi. Seolah profesi segala-galanya dan parenting diserahkan ke Ibu. 
  • PakHuman setuju bahwa profesi itu pertanyaan penting kedua, setelah pertanyaan agama apa yang Anda anut. Namun switching tetap diperlukan. Saat Ayah pulang ke rumah, segera tutup address atau folder di otak tentang pekerjaan dan segera buka folder untuk anak.
  • Masih kelanjutan dari judul buku tersebut, pria (Ayah) itu lebih percaya ketika benar-benar terlihat. Contohnya, saat mencari mentega di kulkas saja, jika letak menteganya terbalik dan tulisannya jadi terbalik di labelnya, maka bisa jadi si Ayah bilang tidak ada. Nah... yang tak terlihat dari parenting adalah apa sih gaji yang didapat jika sibuk atau capek mengasuh anak? Jujur sebagai seorang Ayah, ketiga anak PakHuman yang di bilang masih pada balita, ketika pendapatan saya berikan ke istri maka tak cukup untuk membayar pengasuhan anak-anak. 
  • Parent leader gak ada yang menggaji, tapi kelak di akhirat pahala yang mengalir dari doa anak-anak, terlebih anak yang bisa hafal Al Qur'an akan menjadi salah satu aset paling berharga. Belum lagi saat di dunia, ketika anak masih kecil totalitas giving yang diperlukan. Akan tetapi jika sudah menginjak dewasa, maka semua Ayah akan bisa melihat betapa untung berlipat-lipat hasilnya. 
  • Jadi, jika Ayah merasa cepat lelah dan marah ketika anak-anaknya msh kecil saat minta perhatian, maka seandainya PakHuman jadi seorang anak maka saya akan protes "Ayah, kenapa ayah ga sabar mengasuhku, kan aku masih kecil dan belum bisa mendiri. Bersabarlah Ayah, karena setahuku menjadi anak kecil itu cuma sebentar saja kok, maafkan aku, Ayah..."
  • Dengan tren tingkat kompetisi profesi, maka Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga seolah menghabiskan waktu-waktunya hanya untuk di kantor. Bahkan tak jarang demi tuntutan profesi harus berpisah dengan keluarga, karena hanya bisa pulang seminggu sekali, dua minggu sekali, sebulan sekali bahkan hanya setahun sekali. Namun keterpaksaan mengikuti tren sama sekali tak bisa mengubah tanggung jawab. 
  • Jika kepala keluarga adalah Ayah, dan karena tuntutan profesi apa pun kondisinya, maka jabatan keluarga tak bisa berpindah ke Ibu, kecuali bagi yang single parent. Prinsip bayar hutang harus ditegakkan. Jika sibuk dan jauh dari keuarga, maka ketika pulang kerja di mess atau pun di kos-kosan, maka segeralah memakai kemudahan digital untuk bercengkrama dengan keluarga baik lewat sosial media maupun talking
Semoga Ayahku sudah ketemu sekarang!
Comments