Warta‎ > ‎Pojok Inspiratif‎ > ‎

Surga Dunia Kita

diposkan pada tanggal 6 Okt 2013 01.48 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui6 Okt 2013 01.49 ]

gambar enjoy
Surga tidak ada di dunia. Tapi di Sunda malah ada Suarga, maaf bercanda :-). Memang surga tak ada di dunia karena, Allah SWT menyiapkannya untuk di kehidupan akhirat. Akan tetapi seorang Ibnu Taimiyah pernah berkata, "Barangsiapa tidak menemukan surga dunianya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat-Nya."

PakHuman sebetulnya sedang meresapi dengan kemampuan sederhana yang PakHuman miliki, apa di balik makna kata-kata seorang ulama besar sekaliber Ibnu Taimiyah. PakHuman jadi teringat dengan pertemuan dengan seorang Ibu yang sudah mengenalkan ke-8 anaknya menjadi sukses semua. Kalau di China, cukup terkenal satu Ibu yang demi suksesnya anak ia siap berkorban apa saja membantu anak-anaknya habis-habisan, yang bernama Amicua. Seorang Amicua ini sangat terkenal sehingga dijuluki sebagai Tiger Mother.

Mungkin sebaiknya PakHuman angkat dulu kisah Amicua ini. Ia adalah seorang Ibu dari China yang kuat ajaran Chinanya dan menikah dengan seorang Amerika. Karena berbeda keyakinan dan negara, Ibu Amicua ini membuat kontrak dengan suaminya, "Saya mau menikah dengan Anda dengan syarat urusan anak, sepenuhnya saya pegang dan Anda tidak boleh ikut campur." Ia punya dua anak. Didikannya keras dan disiplin. Ia bilang ke anaknya, "Tidak boleh ujian, kecuali nilai harus 100. Dan tidak boleh bermain musik, kecuali biola dan piano."

Kedua anaknya sukses semua, sampai menginjak usia remaja yang anak pertama protes. "Mulai sekarang Ibu jangan ngatur saya lagi. Saya tidak mau bermain biola dan piano lagi tapi saya ingin bermain tenis." Jadi, anak pertama ini tidak enjoy, jika menuruti kemauan Ibunya. Keinginannya banyak bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Ibunya. Namun adiknyalah yang sukses dengan kepatuhan yang tinggi terhadap Ibunya.

Sampai disini saja kisah Tiger Mother ini. Yang penting bagi kita adalah kepandaian dalam mengambil hikmah dari sosok mana pun. Hikmahnya adalah enjoy itu yang terpenting. Dan inilah yang diterapkan oleh Ibu D yang saya jumpai dan interview berbagi kisah suksesnya dalam mendidik 8 anaknya.

Ibu D ini sudah mengantarkan kedelapan anaknya menjadi orang sukses dari ukuran dunia, karena mereka tak hanya tinggal di Indonesia, tapi beberapa di negara maju dengan profesi bintang terang yang sudah tercapai di bidangnya masing-masing.

Saat berbagi tips, Ibu D ini membeberkan rahasianya. "Yang penting itu enjoy. Jika anak saya punya kesukaan untuk melakukan suatu hal dan itu positif, maka akan saya dukung terus supaya tambah enjoy. Karena saya berkeyakinan, orang-orang yang enjoy dalam melakukan sesuatu akan mencapai prestasi terbaik di bidang yang digeluti. Orang kalau enjoy melakukan sesuatu tidak akan terbebani melakukan apa pun, meskipun bagi orang lain melihatnya sebagai beban berat. Jadi, jika kamu terpaksa tak usah dilakukan, karena hanya akan jadi beban, dan enjoy tidak akan dapat." 

Bicara enjoy kan sebetulnya bicara menikmati suatu hal yang biasanya terkait dengan aktivitas tertentu. Menikmati adalah bagian dari menemukan surga dunia. Meskipun surga itu tak ada di dunia, Namun maksudnya dengan menikmati sesuatu maka seseorang akan menjadi senang seolah hidup sudah menemukan kebahagian dan tidak galau menghadapi kehidupan. Pernah muncul sebuah buku berjudul Menikmati demokrasi. Jadi, dalam situasi demokrasi pun masih bisa kita temukan kenikmatan, jika enjoy menjalankan tugas dalam berdemokrasi.

Seorang yang enjoy atau bisa menikmati kehidupan wa bil khusus bidang dan tugas yang ia emban dan geluti, akan menghasilkan prestasi. Inilah prinsip para pengusaha sukses: apapun usaha kita kalau kita menjalaninya dengan benar dan enjoy maka akan membuahkan sukses. Dan jika kita kaitkan dengan sebuah ayat "Jika kalian mau bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat kepada kalian", bukankah itu sudah cukup jelas tertulis bahwa dengan melakukan sesuatu secara penuh syukur apalagi bisa menikmatinya, maka prestasi akan terus ditambahkan?

Kesimpulan PakHuman, lakukanlah pekerjaan atau profesi dengan penuh enjoy, serambi bersyukur terhadap seluruh kemampuan yang dikaruniakan-Nya untuk Anda  Begitu pun dengan tugas lain seperti halnya parenting. Jika kita bisa menikmati mengasuh anak dengan menerima apa pun faktor genetik pemberian-Nya kepada anak kita, bukankah itu juga bentuk bersyukur yang ditandai oleh senyuman tulus mengasuh anak, bukan bentakan dan kemarahan?

Begitu pun tugas besar lainnya, entah seorang pemimpin, ulama, aktivis, dan lain-lain. Bahan bakar enjoy yang diliputi penuh rasa kesyukuranlah yang akan menjadikan beban-beban hilang, yang ada setiap ujian terasa nikmat. Ujian hidup yang bisa kita nikmati adalah bagian dari menemukan surga yang tak terlihat. Enjoy saja, nikmati saja, bersyukur saja! Surga dunia insya Allah akan hadir. Dan bila disertai niat untuk ibadah, maka surga sebenarnya yang telah Ia siapkan pastilah nyata.
Comments