Warta‎ > ‎

Profil Tokoh


Gagasan Gubernur Ahmad Heryawan

Profil Muslimah

Presiden PKS M Sohibul Iman

Qudwah Al-Intima

Runingsih, baRU beNING berSIH

diposting pada tanggal 2 Okt 2013 02.18 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui20 Des 2013 00.51 ]

"Dengan semangat membangun Bandung baRU, berawal dari hati yang beNING dengan niat yang berSIH  menuju RIDO Allah, kita wujudkan BANDUNG JUARA"

Runingsih, Calon Anggota DPRD Kota Bandung dari PKS untuk Dapil 2RUNINGSIH(4), perempuan bersahaja ini biasa disapa Teh Eno atau Ummi Uswah, lahir tanggal 4 Maret 1970, merupakan anak ke-5 dari pasangan suami istri Bapak Eli Sadeli dan Ibu Kusnah.

RUNINGSIH(4) kecil yang dibesarkan dari keluarga sederhana dan biasa bergaul dengan masyarakat, sehingga lebih banyak menyerap aspirasi, keinginan dan uneg-uneg mereka. Dengan kondisi tersebut, mulai muncul keinginan menampung, menyampaikan, dan memberi solusi terhadap permasalahan- permasalahan tersebut. Ternyata  keinginan seperti itu tidak tercapai optimal, jika dilakukan dengan sendirian, sehingga RUNINGSIH(4) berani dicalonkan menjadi Calon Anggota DPRD (CAD) Kota Bandung untuk periode 2014-2019 dari Partai Dakwah PKS.

RUNINGSIH(4) menyelesaikan pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi di Kota Bandung. Enam tahun bersekolah di SDN Pasirlayung, sampai dengan saat ini pun masih menjalin hubungan baik dengan para guru. Tiga tahun mengenyam pendidikan di SMPN 16 Bandung. Tiga tahun kemudian menyelesaikan pendidikan di SMAN 10 Bandung. Setelah itu, diterima masuk Fakultas MIPA Jurusan Biologi UNPAD Bandung. Tertarik dengan dunia Pendidikan, alhamdulillah RUNINGSIH(4) berhasil menyelesaikan Sarjana Pendidikan di STAI SABILI Bandung.

Menikah dengan Rachmat tahun 1991 dengan semangat membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Rahmah dan Dakwah, Alhamdulillah sampai saat ini RUNINGSIH(4) sudah dikaruniai 6 orang anak, terdiri 4 putri dan 2 putra.

RUNINGSIH(4) aktif sebagai kader PKS, sejak awal Partai Keadilan berdiri tahun 1998. Sejak itu, beliau terlibat langsung dalam proses pengkaderan dan pembinaan anggota-anggota PK. Kegiatan ini masih dan akan tetap RUNINGSIH(4) jalani untuk merekrut dan membina kader baRU berhati beNING dan punya niat berSIH membangun Kota Bandung Juara.

Saat ini, RUNINGSIH(4) mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Kota Bandung, dengan tugas utama menjadikan Keluarga-keluarga Kota Bandung menjadi keluarga tangguh baik dari sisi spiritual, moral, dan finansial. Suatu tugas yang tidak mudah dan menantang. Untuk itu, program yang diretas Bidang Perempuan Kota Bandung saat ini adalah dengan membuat suatu wadah ”RUMAH KELUARGA INDONESIA” dan “POS EKONOMI KELUARGA”

Aktivitas lain yang dijalani RUNINGSIH(4) sehari- hari setelah mengurus keluarganya ialah aktif sebagai Pengisi Majelis Taklim, Pengajar Tahsin Al-Qur’an, pengajian Orang Tua murid, Pengisi kajian-kajian dakwah mahasiswa dan tugas dakwah lainnya.

Seiring mendukung Program Bandung Juara, RUNINGSIH(4) dan relawan sedang merintis pembentukan unit-unit Bank Sampah yang akan disebar di 151 Kelurahan di Kota Bandung, dengan harapan Kota Bandung terbebas masalah sampah akan segera terwujud. Untuk itu, dengan meminta lindungan Allah SWT, RUNINGSIH(4) memohon do’a serta dukungan masyarakat Kota Bandung, khususnya Daerah Pemilihan 2 (Cidadap, Coblong, Cibeunying Kaler, Cibeunying Kidul, Bandung Wetan dan Sumur Bandung) pada waktunya nanti, 9 April 2014.


Iman Lestariyono, Pendiri FOSI Sekeloa

diposting pada tanggal 26 Sep 2013 00.53 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui20 Des 2013 00.49 ]

"Kang Iman orangnya low profile, santun, dan merakyat. Memiliki kemampuan yang baik, moralitasnya terjaga, tidak salah dan pas PKS menempatkan beliau sebagai salah satu CAD karena kredibilitas dan kinerja beliau yang cukup baik." (Ridwan Kamil)

Iman Lestariyono
Sejak bayi, Iman Lestariyono, kini biasa dipanggil Ustadz Iman, telah tinggal di Sekeloa walaupun dia bukanlah orang Sunda. Bapaknya dari Yogyakarta dan ibunya berasal dari Kediri, Jawa Timur. Warisan darah Jawa jelas terlihat pada huruf akhir nama belakangnya.

Menurut Iman, kondisi ekonomi Sekeloa termasuk buruk. Ini terlihat dari antrian yang panjang pada saat pembagian sembako murah. Ironisnya, beberapa kompleks perumahan mewah di Bandung ternyata terletak di daerah ini. Kondisi inilah yang mendorong suami dari Yulyanti Anggraeny ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di kampungnya sejak kecil.

Sejak duduk di SMPN 2, Iman yang tidak pernah jauh dari masjid, telah aktif memberikan pembinaan diniyah kepada anak-anak di kampungnya. Saat duduk di bangku SMAN 2, Iman mulai menginisiasi sebuah program pemberian santunan bagi dhuafa. Saat itu yang menjadi prioritasnya adalah warga yang telah jompo.

Aktifitas sosial keagamaannya berlanjut di bangku kuliah. Alumni Teknik Geofisika ITB angkatan 1994 ini, aktif di Gamais ITB dan lembaga dakwah jurusannya. Kegiatan sosialnya di Sekeloa pun semakin bertambah. Iman yang mengajar privat, sering menyalurkan donasi dari salah satu orangtua siswanya. Donasi yang diterimanya tidak tanggung-tanggung, mulai dari kisaran Rp. 2-3 juta sampai Rp. 5-10 juta. Bahkan Iman pernah menerima donasi sampai Rp. 30 juta.

Melihat banyaknya donasi yang ia terima, munculah ide untuk membentuk sebuah baitul mal bagi masjid di lingkungannya. Dengan SDM yang terbatas, baitul mal ini menggulirkan tiga program pemberdayaan masyarakat. Program pertama adalah pengembangan modal usaha. Yang kedua adalah bantuan keuangan bagi warga yang memiliki kebutuhan mendesak. Sedangkan program ketiga digulirkan dalam bentuk pinjaman ringan tanpa bunga untuk para dhuafa.

Menurut Ustadz Iman, salah seorang warga yang menikmati program pemberdayaannya adalah seorang ibu berusia kira-kira 70 tahun. Secara fisik, untuk berjalan saja ibu itu sudah kesulitan. Namun semangatnya untuk mencari nafkah masih sangat tinggi. Untuk berjualan kue, sang ibu biasanya meminjam sekitar Rp. 100 ribu. Lalu ia mencicil pinjamannya dari mulai Rp. 5 ribu sampai 10 ribu. Setelah lunas, ibu itu kemudian meminjam lagi.

Selain pemberdayaan ekonomi, lahan garapan Ustadz Iman adalah penyantunan biaya pendidikan untuk yatim dan dhuafa. Beliau menggagas program “Kencleng Dakwah“. Melalui program ini, kencleng disebarkan ke rumah-rumah warga di Kampung Sekeloa. Jangkauannya tidak tanggung-tanggung, sampai satu kelurahan. Beliau dibantu oleh pengurus masjid dan mahasiswa yang kost di sejumlah RW garapannya. Jargon program ini adalah “sehari seratus rupiah”. Dalam satu bulan, minimal dari satu rumah diperoleh dana sebesar Rp. 3.000,00. Bisa dibayangkan, dalam satu kelurahan berapa besar dana yang dapat dikumpulkan.

Mengembangkan SDM

Rupanya usaha Ustadz Iman tidak sia-sia. Saat ini, dari sekitar 80 orang anak yang Beliau bina dan santuni, 10 orang diantaranya terpilih untuk mengikuti program Anak Bangsa Ceria dari Rumah Amal Salman ITB. Pembinaan diniyah bagi anak-anak tersebut Beliau lakukan dua kali sepekan. Pembinaan wajib dilaksanakan Jumat ba’da magrib, yang biasanya diisi dengan pengajaran tahsin dan tahfidz. Iman dibantu oleh rekannya sesama Kader Bangkit, Ustadz Somantri.

Koordinator Kader Bangkit di Kampoeng Bangkit Sekeloa ini juga sangat mengharapkan bangkitnya remaja di kampungnya. Karena itu, Ustadz kerap menyelenggarakan acara-acara untuk membangun softskill dan hardskill remaja di sana. Kegiatan tersebut mulai dari outbound training,training sablon, sampai pelatihan merakit PC, yang biasanya diselenggarakan saat Ramadhan. “Itu pun komputernya pinjem dari kawan-kawan aktifis ataupun mahasiswa”, ujarnya. Tak jarang komputer pinjaman tersebut rusak setelah training, sehingga Beliau terpaksa menggantinya. Padahal training ini tidak memungut biaya sepeser pun.

Ketika ditanya mengapa harus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti itu, Ustadz Iman menjawab bahwa Beliau iri dengan sesama Kader Bangkit di daerah pedesaan, yang dapat mengaplikasikan ilmunya di kebun atau di sawah. “Kalau Sekeloa yang di daerah perkotaan ya…… susah, paling gampang penguatan SDM dengan pelatihan seperti ini,” imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai Gerakan Kampoeng Bangkit, Ustadz Iman menyatakan sangat menyambut baik. Menurutnya, konsep pemberdayaan Kampoeng Bangkit sangat ideal, apalagi dari aspek pendidikan. Setiap kelompok yang terdiri dari 10 anak didampingi oleh 5 orang pembimbing: 2 orang guru sukwan dan 3 orang guru mengaji. Memang awalnya masyarakat kebingungan dengan gerakan ini, maklumlah sosialisasinya belum sempurna. Namun setelah program-program Kampoeng Bangkit dilaksanakan di Sekeloa, respon masyarakat semakin positif.

Laki-laki yang menikah saat masih kuliah ini berharap, Gerakan Kampoeng Bangkit yang telah digulirkan Rumah Amal di Sekeloa dapat terus berkembang. Khususnya, Ustadz Iman berharap agar lebih banyak lagi siswa dhuafa yang bisa dibantu. Beliau bertekad, masa 3 tahun pendampingan Rumah Amal untuk Kampoeng Bangkit, dapat dijadikan sebagai modal untuk mengelola kampungnya ke depan. Membangun Sekeloa menjadi kampung yang kuat dan mandiri. [Arif]


Eko Kurnianto Wardoyo, Ketua DPC PKS Coblong

diposting pada tanggal 26 Sep 2013 00.21 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui20 Des 2013 00.48 ]

"Menjadi anggota dewan bukan profesi, melainkan sebagai pengabdian kepada masyarakat" 

Eko Kurnianto Wardoyo
Pak Eko, Alumni Teknik Penerbangan ITB ini dicalonkan sebagai Caleg DPRD Kota Bandung dari Partai Keadilan Sejahtera. Niatan dan tujuan menjadi anggota dewan bukanlah hal yang utama, bukan dijadikan sebagai profesi, melainkan sebagai pengabdian kepada masyarakat. Berikut petikan wawancara Nur Hakim dari wartabandung.com di Sekretariat Bersama PKS, Jalan Dago Bandung.

Apa tujuan Saudara menjadi mencalonkan sebagai anggota DPRD Kota Bandung?

Jadi, menjadi anggota dewan sebenarnya bukan sebagai profesi, bagi saya pribadi tidak boleh sebagai profesi, karena bila sebagai profesi maka yang dicari materi dan kepentingan. Dan saya diamanahi menjadi calon anggota DPRD Kota Bandung sebagai tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat dan sebagai sarana lain yang lebih besar untuk mewakili masyarakat Kota Bandung.

Kenapa menjadi caleg dari PKS?

Saya pilih PKS karena visi dan misi sama dengan ideologi saya. Selama ini bagi saya, PKS adalah partai yang bersih, kalaupun saat ini ada kasus PKS itupun juga belum terbukti. Kemudian memiliki kesamaan khittah perjuangan bagi saya untuk saat ini.   

Bagaimana menurut Saudara tentang Bandung sekarang ini setelah terpilihnya Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung 2013-2018?

Bandung memiliki harapan baru, Bandung memiliki cita-cita baru, Bandung memiliki tata kelola yang bagus, akan tetapi walikota dan wakil walikota tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dibantu oleh masyarakat secara umum / informal dan dibantu secara formal, yaitu DPRD Kota Bandung. DPRD ini menetapkan kebijakan-kebijakan bersama walikota, karena keputusan, pengawasan dan anggaran dikeluarkan oleh DPRD Kota Bandung. DPRD dan Walikota adalah dua elemen berbeda yang bisa dikerjasamakan untuk kepentingan masyarakat Kota Bandung.

Apabila terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung, apa yang Saudara fokuskan?

Kalau misalnya saya terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung, maka yang saya fokuskan adalah menyukseskan program Bandung Juara. PKS ini adalah partai pendukung Walikota Bandung. Dalam politik artinya partainya pemerintah bukan oposisi, jadi kebijakan-kebijakan Walikota Bandung yang kemarin dikampanyekan itu menjadi bagian dari program DPRD dan program PKS. Sebagai kawan, akan kita sukseskan.

Kalau misalnya tidak terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung?

Kalau saya tidak terpilih maka saya akan menikmati kesibukan saya sebagai wiraswasta pendiri Sekolah Alam dan sebagai guru di sekolah. Jadi, kesibukan saya banyak kalau misalnya tidak terpilih. Menjadi anggota dewan ialah amanah saja sebenarnya. Bila tidak jadi, bagi saya tidak masalah.   

Bagaimana tanggapan keluarga mengenai pencalonan ini?

Alhamdulilah, keluarga saya dan istri mendukung sebagai caleg DPRD Kota Bandung. Kebetulan istri saya juga aktifis di kemahasiswaan ITB, Gamais, dan Kammi. Jadi, sebenarnya yang layak jadi anggota dewan adalah istri saya, bukan saya.

Bagaimana tanggapan Saudara mengenai PKS yang sekarang terkena kasus dan berapa persen untuk mencapai target 2014?

Kasus PKS bagi saya itu belum terbukti. Dan memang realitas di lapangan, citra PKS sedang menurun. Yang kami lakukan di Kota Bandung ialah dengan melakukan pendekatan dan silaturahim, kepada masyarakat kami datang. Kalau misalnya ada kritikan kami jawab dan kalau kami salah, kami juga meminta maaf. Yang penting, bagaimana kita dekat dengan masyarakat, jadi kalau misalnya ada kritikan dan kami menjauh maka itu akan membuat citra PKS buruk. Target Pileg 2014 di Kota Bandung, PKS nomor satu dengan raihan sekitar 50%, sedangkan di pusat kita targetkan masuk tiga terbesar.


Sumber: wartabandung.com (Dengan beberapa pengubahan oleh Redaksi)

Ridwan Kamil, Walikota Bandung Usungan PKS

diposting pada tanggal 16 Mar 2013 08.50 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui6 Okt 2013 01.53 ]

Ridwan Kamil
Kang Emil
, sapaan akrab Ridwan Kamil telah dikenal sebagai arsitek dengan karya mendunia. Karya arsitekturnya telah tersebar di berbagai negara. Kang Emil lahir di Bandung ada tanggal 4 Oktober 1971, beliau adalah anak kedua dari lima bersaudara. Suami dari Atalia Praratya ini sekarang berkiprah bersama Urbane (Urban Evolution) sebagai perusahaan komersial jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain. Selain itu, ia juga berprofesi sebagai dosen Arsitektur ITB serta memimpin Bandung Creative City Forum.

Sukses dengan karya dan profesi yang dijalaninya sekarang, ternyata Kang Emil menyimpan pengalaman jatuh-bangun semasa hidupnya. Saat menjalani studi S2 di Amerika Serikat dari beasiswa yang ia dapatkan, Kang Emil pernah merasakan makan sehari sekali dengan menu murahan seharga 99 sen. Untuk bertahan hidup pun, Kang Emil bekerja paruh waktu di dinas Tata Kota Berkeley. Tak sampai disitu, saat istrinya akan melahirkan anak pertama, Bapak dua anak ini tak mempunyai cukup uang, hingga akhirnya ia mengaku miskin pada pemerintah kota setempat agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit khusus orang miskin.

Pengalaman itu takkan pernah Kang Emil lupakan. Justru motivasi muncul hingga ia pulang ke Indonesia dan mendirikan Urbane tahun 2004. Urbane punya target setelah tahun ke-4, yakni fokus membangun masyarakat miskin kota. Filosofi Kang Emil adalah hidup adalah untuk memberi. Dan ia punya keinginan tertinggi bahwa ia dapat meninggalkan inspirasi, ide, dan cerita yang bisa dilanjutkan oleh orang lain.

Sekarang, beliau sudah resmi menjadi Walikota Bandung Periode 2013-2018 bersama wakilnya Mang Oded MD.


Muhammad Anis Matta, Presiden PKS ke-5

diposting pada tanggal 2 Feb 2013 17.44 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui20 Des 2013 00.53 ]

“Pahlawan Muda… di tangan merekalah, Indonesia akan mengambil gilirannya, bukan hanya dalam mensejahterakan negerinya, tapi juga dalam memimpin dunia yang mulai terseok-seok!”

Presiden PKS ke-5 Anis Matta
Anis Matta
, Pria yang sekarang menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini lahir tanggal 7 Desember 1968. Sebelum menjabat sebagai presiden PKS, beliau berturut-turut menjadi Sekretaris Jenderal PKS sejak partai ini berdiri. Jabatan beliau terakhir di panggung nasional ialah sebagai Wakil Ketau DPR RI periode 2009-2014, sebelum beliau mengundurkan diri sebab terpilih mengemban amanah per 1 Februari 2013 sebagai Presiden PKS.

Politisi muda ini terkenal sebagai kutu buku. Selain itu beliau juga aktif menulis di berbagai media islam dan sudah menghasilkan sejumlah buku. Kecintaannya terhadap buku lahir sebagai hobi yang dilakoninya sejak kecil. Di masa kecil saat musim liburan sekolah, pria kelahiran Bone lebih suka menghabiskan waktunya dari pagi hingga malan dengan membaca dibandingkan anak seusianya yang lebih suka asyik bermain. 

Saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, beliau pernah mengusulkan adanya sumber daya infrastruktur yang kuat untuk mendukung percepatan pembangunan. Bahkan beliau mengusulkan salah satu insfrastruktur itu berupa perpustakaan semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Impian perpustakaan terbesar ini sangat bermanfaat bagi anggota DPR, sebab tidak perlu lagi melakukan banyak studi ke luar negeri sehingga bisa menghemat pengeluaran negara.

Setelah terpilih mengemban amanah sebagai Presiden PKS, Anis Matta mengagendakan tiga hal utama. Ketiga agenda utama tersebut ialah permohonan pertolongan kepada Allah SWT lewat taubat nasional, mempererat ukhuwah dan soliditas persaudaraan, yang terakhir menjauhkan lambung dari tempat tidur, mengajak seluruh elemen kader untuk kerja keras!


Sumber: merdeka.com

Mang Oded, Wakil Walikota Bandung 2013-2018

diposting pada tanggal 18 Sep 2012 03.35 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui6 Okt 2013 01.56 ]

Oded Muhammad Danial, calon Walikota Bandung 2013-2018
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.”

Kutipan sabda Rasulullah SAW tersebut menjadi motivasi dalam keseharian Ust. Oded Muhamad Danial atau lebih dikenal dengan sebutan Mang Oded. Sebagai salah satu pejabat publik sekaligus ustadz, mang Oded dikenal sebagai tokoh yang sederhana, santun, ramah, arif dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Mang Oded lahir pada tanggal 15 Oktober 1962 di Kota Santri Tasikmalaya. Suami dari Siti Muntamah ini diamanahi sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung sekaligus sebagai Ketua DPD PKS Kota Bandung.

Mang Oded dibesarkan di lingkungan pedesaan dengan kondisi penuh kesederhanaan. Semenjak di bangku sekolah menengah pertama, Mang Oded sudah terjun ke dalam dunia dakwah. Berceramah dari satu kampung ke kampung lainnya serta aktif di Pelajar Islam Indonesia. Pengabdian di jalur dakwah dirasakan Mang Oded sebagai saluran yang paling tepat untuk idealisme hidupnya.

Keberhasilan menjadi pemimpin dalam keluarga pada hakikatnya adalah kunci pembuka keberhasilan Mang Oded dalam melaksanakan amanah yang diembannya. “Rumahku Syurgaku” menjadi filosofi ketahanan keluarga. Dari situ muncul sosok pejabat publik yang nyunda, nyantri dan nyantika, bunda yang mengayomi seluruh elemen masyarakat Kota Bandung dan menghasilkan anak-anak yang cerdas dan prestatif sebagai generasi penerus harapan bangsa.

Dengan semangat pelayanan, Mang Oded terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder di Kota Bandung. Baik dari kalangan legislatif, eksekutif, ormas maupun organisasi kepemudaan untuk menghadirkan Kota Bandung yang lebih baik.

Bahkan dalam perjalanan pengabdiannya, Mang Oded pernah menjabat sebagai Ketua RW 01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Dalam pandangan Mang Oded, RW adalah ujung tombak bagi pembangunan masyarakat di lapisan paling bawah, apabila RW yang ada di Kota Bandung berdaya guna secara maksimal maka kemajuan Kota Bandung akan bisa terwujud.

Selain menjabat sebagai Anggota DPRD, Mang Oded juga sebagai Pembina Majelis Taklim Al Ukhuwwah serta Pembina Persaudaraan Seniman Bandung. Semua kesibukannya itu, tidak lain sebagai implementasi dari filosofi Mang Oded dalam menjalani kehidupan, Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Saat ini, beliau mengemban amanah menjadi Wakil Walikota Bandung Periode 2013-2018 mendampingi Ridwan Kamil.


Sumber: Tim Sukses Oded Muhammad Danial

Yudi Widiana Adia, Salah Satu Calon Walikota Bandung

diposting pada tanggal 17 Sep 2012 01.39 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui21 Okt 2012 21.08 ]

Yudi Widiana Adia, calon walikota Bandung 2013-2018
Yudi Widiana Adia
adalah salah seorang anggota DPR RI periode 2009-2014 yang terpilih dari Dapil Jawa Barat 4, meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bertugas di Komisi V yang membidangi Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal.

Pada bulan Oktober 2009 alumnus Unpad Bandung ini menyatakan dukungannya atas gagasan penambahan komisi di DPR dari 11 menjadi 15. Menurut Yudi, idealnya komisi di sebuah parlemen memang berjumlah antara 13-15 komisi. Penambahan jumlah komisi diharapkan akan memperkuat fungsi-fungsi DPR, tidak hanya fungsi legislasi, namun juga fungsi budgeting maupun fungsi pengawasan. Alasan lain adalah bahwa dengan berkurangnya jumlah anggota DPR per komisi, maka tingkat mangkir dari tugas para anggota dalam rapat-rapat komisi akan berkurang karena ketidakhadiran anggota yang bolos akan lebih mudah terlihat.

Sesuai dengan bidang wilayah kerja Komisi V, pada bulan Januari 2012 beliau meninjau pengelola Kereta Listrik Commuter Line Jabodetabek yang dinilai publik terlalu lamban dalam melakukan perbaikan kualitas pelayanan penumpang maupun pembenahan jadwal dan rute. Janji PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk membenahi layanan pada tahun ini tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yudi Widiana Adia sangat menyayangkan ketidakseriusan pengelola KRL Jabodetabek dalam upaya memperbaiki layanan, mengingat banyaknya masyarakat yang bergantung pada alat transportasi ini. Itu sebabnya beliau mengingatkan PT KAI dan PT KCJ sebagai anak perusahaan yang mengurus kereta lingkar Jakarta agar selalu memerhatikan aspirasi masyarakat.

Sumber: Tim Sukses Yudi Widiana Adia

Kang Haru, Pemimpin Bersahaja untuk Bandung Sejahtera

diposting pada tanggal 16 Sep 2012 23.19 oleh Humas PKS Coblong   [ diperbarui21 Okt 2012 21.06 ]

Kang Haru Suandharu, calon walikota Bandung 2013-2018
"Pemimpin itu jangan memanfaatkan rakyat untuk kesejahteraan dirinya, tapi berupaya keras bagaimana cara menyejahterakan rakyatnya", begitulah Kang Haru berprinsip.

Kang Haru dilahirkan di Tasikmalaya 37 tahun silam, tepatnya 29 Juni 1975. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana tahun 1998 dan magister tahun 2001 di jurusan Biologi ITB. Kegemarannya terhadap seni dan bela diri diaktualisasikan melalui Sanggar Citra Seni (SCS), Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) sewaktu masih di bangku sekolah.

Lahir dari keluarga pendidik, Kang Haru pernah menjadi asisten dosen di Biologi ITB, Wakil Direktur Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah, Pendiri dan Ketua Yayasan Tim Olimpiade Biologi Indonesia yang mengantarkan Indonesia sebagai salah satu peraih medali emas dalam Olimpiade Biologi Internasional di Canada (2007). Kang Haru pernah pula melatih guru Biologi SMA di berbagai daerah.

Ingin tahu lebih dalam mengenai profil Kang Haru? Silahkan unduh saja dua file profil Kang Haru di bawah.

Sumber: Tim Sukses Haru Suandharu

Ahmad Heryawan, Pemimpin yang Tak Tersandera

diposting pada tanggal 2 Mei 2012 00.01 oleh Haryo Indrasmoro   [ diperbarui 21 Okt 2012 21.04 oleh Humas PKS Coblong ]

dakwatuna.com
– Lepas Subuh, awal 2008. Seorang laki-laki menuntun putranya menuju ibu-ibu yang berkerumun mengelilingi pedagang sayur. Ia menyampaikan salam sejenak, yang dijawab ibu-ibu itu, sebelum asyik memilah-milah sayuran dibantu putra lelakinya yang selalu minta pertimbangan sebelum memasukkan wortel, selada atau pun kentang untuk ditimbang.

Setelah menimbang dan membayar, barulah lelaki itu meraih tangan putranya dan menuntun, sementara tangan satunya menenteng kantong-kantong plastik sarat belanjaan. Lelaki yang tak rikuh menggantikan tugas istrinya bergabung dengan ibu-ibu berbelanja sayuran itu bernama Ahmad Heryawan. Kini kita mengenalnya sebagai gubernur Jawa Barat.

Sebagaimana saat itu, kini publik mengenalnya sebagai sosok yang tak canggung melakukan hal-hal wajar yang entah mengapa, kini mulai dipandang ‘tidak wajar’. Misalnya, yang gampang diingat publik, Heryawan dengan tegas mencoret anggaran pengadaan 18 mobil dewan dalam APBD 2011 Kabupaten Bandung.

Tak ragu-ragu akan kemungkinan tanggapan negatif anggota Dewan yang akan memengaruhi pencitraan terhadap dirinya, Heryawan melakukan hal itu dengan tegas dan yakin bahwa itulah yang terbaik bagi rakyat. Bagaimana tidak, saat itu APBD Kabupaten Bandung tercatat defisit.

Tetapi Heryawan pun tak hanya bisa tegas terhadap orang lain. Publik masih ingat betapa Heryawan dan wakilnya hingga saat ini memilih menggunakan mobil dinas lama yang dipakai gubernur sebelumnya, Dani Setiawan, yakni Toyota Royal Crown buatan 2007, satu kendaraan SUV dan sebuah jip.

Mungkin bisa terkesan berlebihan, tetapi apa yang dilakukan Heryawan dengan berbelanja sayuran sendiri akan gampang mengingatkan kaum muslimin akan Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai gubernur.

Ammar tak jarang berbelanja ke pasar dan mengikat serta memanggul sayuran belanjaan sendirian. Atau Khalifah Ummar bin Abdul Aziz, khalifah negara besar dan kaya, tetapi memilih hidup sederhana. Dan kita sadar, betapa sosok-sosok seperti itu kian lama semakin langka

Dari Ahmad Heryawan orang bisa kian membenarkan pernyataan seorang mahaguru manajemen, Peter Drucker. Drucker menyatakan, manakala kita melihat perusahaan-perusahaan besar yang maju dan unggul, jangan salah, ada keputusan-keputusan berani di belakangnya.

Artinya, bahkan Drucker yang rasional pun percaya, keberanianlah yang membawa manusia kepada kemaslahatan, kebaikan bersama. Kita bahkan pernah mendengar dari alm Rendra, keberanian adalah cakrawala. Kian berani seseorang, makin mampu ia melihat dunia secara holistik. Menilik apa yang telah dilakukan Heryawan selama hampir empat tahun kepemimpinannya di Jawa Barat, keberanian itu begitu nyata dan gamblang.

Lihat saja, manakala sadar bahwa Jabar kian lama kian panas akibat tanaman yang kian hilang dari kehidupan, Heryawan berani mengembangkan program penghijauan dalam skala besar. Ia pun mencanangkan Gerakan Jabar Hijau berbasis sekolah.

Alhasil dalam waktu yang cepat telah ditanam 11 juta batang pohon di 26 kabupaten/kota se-Jabar, hingga selama 2011 tercatat telah ditanam 170 juta batang pohon di Jabar. Wajar bila prestasi itu diganjar rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Tidak hanya itu. Dalam bidang kependudukan dan demografi Heryawan pun mencetak prestasi dengan menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berupa “Transmigrasi Award”.

Yang menarik, hanya dalam sebulan, Desember lalu Heryawan menerima empat anugerah dan penghargaan. Pertama saat Hari Nusantara, 13 Desember, di Dumai, Riau; kedua Satya Lencana Kebaktian Sosial di Jogjakarta pada Peringatan HKSN, 19 Desember; ketiga Parahita Ekapraya Pratama di Jakarta pada Peringatan Hari Ibu 22 Desember; lalu Transmigrasi Award, 27 Desember 2011. Jujur saja, tak banyak kepala daerah yang menerima empat penghargaan berkatagori nasional hanya dalam waktu sebulan.

Yang juga menarik dan masih hangat, manakala para pejabat beramai-ramai menyatakan kesiapan membeli mobil Esemka buatan para pelajar Kota Solo, Ahmad Heryawan dengan tegas menyatakan keengganan untuk latah. Ia menyatakan hanya berminat membeli mobil karya pelajar-pelajar Jabar. “Saya enggak mau beli dari Solo. Saya mau beli karya pelajar dari Jawa Barat,” kata dia.

Itulah Heryawan. Dengan pemimpin seperti itu, rakyat Jabar layak optimistis bahwa daerahnya akan mampu menjadi provinsi termaju di Indonesia. Dan tentu saja, untuk itu mereka juga dituntut berpartisipasi sesuai bidangnya. Rakyat jabar, layak bangga dipimpin seorang berani yang yakin akan cita-ciota bersama.

Tapi kita pun tahu, keberanian mensyaratkan banyak hal. Dan yang terutama, tampaknya, tidak adanya pamrih. Karena tanpa adanya pamrih, maka keberanian tak pernah tersandera. Semoga kita semua pada saatnya memiliki pemimpin seperti itu. Pemimpin yang hanya tersandera satu hal: kepentingan rakyatnya.

1-9 of 9